Keterampilan Membimbing Diskusi Dalam Kelompok Kecil

Percakapan dalam kelompok dapat dikatakan diskusi apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
  1. Melibatkan kelompok yang jumlahnya lebih kurang antara 3 sampai 9 orang.
  2. Berlangsung dalam interaksi tatap muka informal yang berarti semua anggota kelompok harus ada kesempatan melihat, mendengar, serta berkomunikasi secara bebas dan langsung.
  3. mempunyai tujuan yang dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.
  4. Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis menuju kesimpulan.
Ada banyak keuntungan diskusi kelompok antara lain:
  1. Berbagi informasi dalam menjelajahi gagasan baru atau pemecahan masalah.
  2. Dapat meningkatkan pemahaman atas masalah-masalah penting.
  3. Dapat mengembangkan kemampuan untuk berfikir dan berkomunikasi.
  4. Dapat meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
  5. Dapat membina semangat kerjasama yang sehat, berkelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.
Jika kita perhatikan keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh melalui diskusi, semuanya merupakan bekal bagi siswa untuk terjun ke masyarakat kelak.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan diskusi , antara lain :
  1. Diskusi hendaknya berlangsung dalam iklim terbuka antar pribadi, kesediaan menerima, pengenalan topik diskusi lebih jauh, keantusiasan berpartisipasi, dan kesediaan menerima pendapat orang lain.
  2. Diskusi yang efektif harus;ah didahului oleh perencanaan dan persiapan matang, antara lain, mencakup hal-hal sebagai berikut:
  • Topik yang dipilih hendaknya sesyai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  • Perencanaan dan persiapan informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut hingga siswa memiliki latar belakang yang sama.
  • Menyiapkan diri sebaik-baiknya sebagai pemimpin diskusi.
  • Jumlah anggota yang efektif berkisar antara 5-9 orang.
  • Tempat duduk diatur sehingga memungkinkan semua anggota kelompok dapat bertatap muka.
Keuntungan dan Kelemahan Diskusi Kelompok

A. Keuntungan
  1. Keputusan hasil diskusi kelompok lebih baik dibandingkan dengan keputusan individu.
  2. Antara satu dengan yang lain saling berbagi informasi.
  3. Dapat meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi karena terlatih dalam diskusi kelompok.
  4. Anggota kelompok merasa terikat dalam melaksanakan keputusan kelompok.
  5. Anggota kelompok yang pemalu lebih bebas mengemukakan pendapatnya dalam kelompok kecil daripada kelompok besar.
B. Kelemahan
  1. Diskusi kelompok memerlikan waktu lebih banyak dibanding dengan cara belajar biasa.
  2. Diskusi dapat memboroskan waktu, terutama jika terjadi hal-hal negatif, seperti, pengarahan yang kurang tepat, pembicaraan yang berlarut-larut, penyimpangan yang tidak jelas, atau penampilan yang kurang baik.
  3. Anggota kelompok kurang agresif, misalnya, pendiam, pemalu, sering tidak mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapat, sehingga terjadi frustasi dan penarikan diri.
  4. Adakalanya diskusi kelompok hanya didominasi oleh orang-orang tertentu.
Demikian beberapa penjelasan menganai keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil, beserta beberapa keuntungan dan kelemahan dalam melaksanakan diskusi.

Mudah-mudahan penjelasan yang singkat ini dapat menambah pengalaman para guru untuk dapat mengenal lebih jauh tentang cara memimpin diskusi yang lebih baik.

Keterampilan Mengadakan Pendekatan Secara Pribadi Dengan Siswa

Salah satu prinsip dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan akrab dan sehat antara kita sebagai guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa.

Hal ini akan terwujud jika kita memiliki keterampilan berkomunikasi secara pribadi. Dengan keterampilan ini, memungkinkan kita dapat menciptakan susanan terbuka  hingga siswa benar-benar merasa bebas dan leluasa dalam mengemukakan segala pikiran dan pemahaman yang ia miliki.

Siswa akan merasa yakin bahwa kita selaku guru akan siap mendengarkan, mempertimbangkan segala endapatnya, serta siap membantu mereka jika diperlukan.

Suasana seperti itu kiranya dapat diciptakan, antara lain dengan cara-cara berikut.

  1. Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa.
  2. Mendengarkan secara simpati ide-ide yang dikemukakan siswa.
  3. Memberikan respon positif terhadap buah pikiran siswa.
  4. Membangun hubungan saling mempercayai. Hal ini dapat kita tunjukkan secara verbal dan nonverbal, seperti ekspresi muka, berbicara langsung, menepuk bahu dan sebagainya.
  5. Menunjukkan kesiapan untuk membantu siswa tanpa kecenderungan untuk medominasi ataupun mengambil alih tugas siswa.
  6. Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian dan keterbukaan.
  7. Berusaha mengendalikan situasi sehingga siswa merasa aman, penuh pemahaman, merasa dibantu, serta merasa menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapinya.
Semua perilaku di atas dapat tercermin  dalam bentuk verbal, tetapi sebagian besar dalam ekspresi nonverbal yang bersifat pribadi.

Keterampilan Memimpin Diskusi di Kelas

Ada enam keterampilan yang harus dimiliki oleh guru saat memimpin diskusi di kelas.
  1. Memusatkan Perhatian
  2. Memperjelas Masalah Atau Urunan Pendapat
  3. Menganalisis Pandangan Siawa
  4. Meningkatkan Urunan Siswa
  5. Menyebarkan Kesempatan Berpartisipasi
  6. Menutup Diskusi.
Berikut penjelasannya.

1. Memusatkan Perhatian.

Pemusatan perhatian ini dapat dilakukan dengan cara:
  • Merumuskan tujuan diskusi secara jelas, mengemukakan topik masalah dalam bentuk pertanyaan yang dapat  menggugah rasa ingin tahu serta memungkinkan adanya alternatif jawaban.
  • Merumuskan dan menyatakan kembali masalah jika terjadi penyimpangan dalam diskusi.
  • Menandai hal-hal yang tidak relevan dengan tujuan atau dengan masalah-masalah yang sedang dibahas jika terjadi penyimpangan. Anda sebagai pemimpin harus segera mengarahkan kepada tujuan semula.
  • Merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu sebelum melanjutkan kepada masalah berikutnya. Rangkuman ini dibuat dengan memanfaatkan gagasan siswa, misalnya: 
         a. Menerima gagasan siswa tersebut dengan cara menguraikan kembali
         b. Memodifikasi gagasan tersebut dengan cara menguraikan kembali
         c. Menguraikan gagasan siswa itu untuk mencapai suatu kesimpulan atau untuk menuju langkah
             berikutnya.
        d. Membandingkan gagasan siswa dengan gagasan dengan gagasan yang telah diucapkan sebelumnya.
        e. Merangkum hal-hal yang telah diuraikan siswa, baik secara individual ataupun kelompok.

2. Memperjelas Masalah.

Untuk menghindari terjadinya pemahaman akan ide-ide yang kurang jelas dan kesalahpahaman, hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Menguraikan kembali atau merangkum urunan pendapat tersebut  sehingga jelas diterima anggota diskusi.
  • Ajukan pertanyaan kepada anggota kelompok agar mereka memberi komentar untuk memperjelas dan mengembangkan ide tersebut.
  • Menguraikan gagasan anggota kelompok dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang relevan.
3. Menganalisis Pandangan Siswa.

Untuk menganalisis perbedaan pendapat dalam diskusi dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Meneliti apakah alasan-alasan yang dikemukakan tersebut mempunyai dasar yang kuat.
  • Memperjelas hal-hal yang disepakati dan yang tidak disepakati.
 4. Meningkatkan Urunan Siswa.

Maksudnya adalah mengembangkan kemampuan daya berfikir siswa, dengan cara sebagai berikut:
  • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci yang menantang siswa untuk berfikir. pertanyaan itu biasanya dimulai dengan : Bagaimana bila.... hal ini dapat meningkatkan urunan pendapat siswa.
  • Memberikan contoh-contoh, baik verbal maupun non verbal yang sesuai pada vsaat yang tepat. Umpamanya sebuah gambar atau diagram.
  • Menghangatkan suasana dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengundang perbedaan pendapat.
  • Memberikan waktu yang cukup berfikir tanpa diganggu dengan komentar-komentar anda sebagai pemimpin diskusi.
  • Mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap urunan pendapat siswa akan dirasakan sebagai dukungan oleh siswa yang bersangkutan.
5. Menyebarkan Kesempatan Berpartisipasi.

Penyebaran kesempatan untuk berpartisipasi ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Memancing urunan pendapat siswa yang enggan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan langsung secara bijaksana. Misalnya. "Ibu yakin,  Arnold dapat memberikan contoh! Coba Arnold!
  • Mungkin terjadi pembicaraan yang serentak karena antusias dan sikap agresif, disertai pula dengan sikap ingin menonjol dari anggota. Anda harus cepat mencegah. berikanlah dahulu kesempatan kepada anak yang pendiam.
  • Secara bijaksana anda harus mencegah sikap siswa yang suka memonopoli.
  • Mendorong siswa untuk mengoentari urunan pendapat temannya sehingga interaksi antar teman dapat ditingkatkan.
  • jika diskusi mengalami jalan buntu, mintalah pendapat siswa untuk melanjutkan diskusi itu dengan mengambil salah satu pendapat, atau anda mengambil jalan tengah yang dianggap sesuai.
6. Menutup Diskusi.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
  • Anda harus merangkum hasil diskusi dengan bantuan para siswa. Rangkuman yang dibuat bersama akan lebih efektif daripada rangkuman itu dibuat oleh anda sendiri.
  • Memberikan bayangan tentang tindak lanjut hasil diskusi ataupun tentang topik diskusi yang akan datang.
  • Mengajak siswa untuk menilai hasil maupun proses diskusi yang telah dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, skala sikap, dan sebagainya. ini penting untuk perbaikan dalam diskusi yang akan datang.
Demikian beberapa teknik keterampilan dalam memimpin diskusi di dalam kelas. Mudah-mudahan hal ini semakin memperkaya anda dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui  metode diskusi yang sering kita lakukan untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Cara Mengelola Kelas Dengan Baik

Artikel mengenai komponen-komponen keterampilan mengelola kelas telah dibahas pada artikel sebelumnya. dimana komponen itu terdiri dari: Penggunaan variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan, mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta pergantian posisi guru di kelas.

Dalam melaksanakan komponen-komponen keterampilan mengelola kelas tersebut, terdapat enam prinsip yang perlu anda perhatikan.
  1. Kehangatan dan keantusiasan
  2. Tantangan
  3. Bervariasi
  4. Keluwesan
  5. Penekanan kepada hal-hal positif
  6. Penanaman disiplin
Berikut uraiannya:

1.  Kehangatan dan Keantusiasan.

Seorang guru harus dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan. Menyambut kehadiran siswa dengan kehangatan, yang dapat diekspresikan melalui mimik dan senyum kehangatan, serta kesiapan dalam melaksanakan proses pembelajaran.

2. Tantangan.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku di dalam kelas, anda dapat menggunakan kata-kata, tindakan atau bahan-bahan yang menantang perhatian dan minat siswa. Maksud dari bahan-bahan yang menantang dapat berupa penggunaan alat peraga atau audio visual.

3. Bervariasi.

Penggunaan variasi dalam media, gaya mengajar guru, pola interaksi dalam mengajar merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola kelas. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam melakukan tugas-tugas sebagai bagian dari unjuk kerja.

4. Keluwesan.

Sikap luwes dari guru sangat diperlukan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Hal ini terutama untuk mengatasi kemungkinan timbulnya penyimpangan tingkah laku siswa. Jika hal itu terjadi, anda segera mengubah strategi mengajar dengan memanipulasi berbagai komponen keterampilan mengajar yang lain.

5. Penekakan Kepada Hal-hal Posistif.

Cara yang dapat dilakukan untuk dapat memelihara suasana yang positif antara lain:
  • Memberikan penguatan terhadap tingkah laku siswa yang positif dan menghindari ocehan atau celaan terhadap tingkah laku yang kurang baik.
  • Menyadari adanya kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan yang dibuatnya agar tidak menggangu kelancaran dan efesiensi belajar siswa.
5. Penanaman Disiplin.

Anda selaku guru, hendaklah mampu memberikan dorongan terhadap siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri. Hal ini akan berhasil jika didahului oleh anda sebagai guru. Memperlihatkan contoh atau teladan dalam disiplin diri dan tanggung jawab. Mengembangkan disiplin diri pada siswa merupakan tujuan akhir dari pengelola kelas.

Demikian yang dapat saya sajikan mengenai cara mengelola kelas yang baik. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat membantu rekan guru dalam melaksanakan tugas mengajar dalam kegiatan sehari-hari.


Komponen-komponen Keterampilan Mengajar Variasi di Sekolah Dasar

1. Variasi Dalam Mengajar

Anda dapat menggunakan banyak macam variasi yang sangat berguna dalam usaha menarik minat dan semangat siswa. Biasanya variasi semacam itu muncul di dalam dan di antara komponen-komponen sebagai berikut :

a. penggunaan variasi suara
b. Pemusatan perhatian
c. Kesenyapan
d. Mengadakan kontak pandang
e. Geraka bandan dan mimik
f. Pergantian posisi guru dalam kelas.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, baiklah kita bahas satu persatu komponen-komponen tersebut.

a. Penggunaan Variasi Suara.
Dalam berbicara, suara anda hendaklah bervariasi. Nada suara, volume suara, dan kecepatan berbicara hendaknya diatur sehingga terjadi variasi yang baik dan enak di dengar. Dalam hal-hal tertentu mungkin perlu keras, lambat atau menekan agar isis pembicaraan dapat diikuti siswa dengan jelas.

b. Pemusatan Perhatian.

Pemusatan pada hal-hal penting dapat anda lakukan dengan perkataan, "perhatikan baik-baik", "nah, ini penting sekali", "Dengar baik-baik" dan sebagainya.

c. Kesenyapan.

Suasana senyap atau hening tiba-tiba yang anda lakukan biasanya dapat menimbulkan perhatian. Timbul perasaan ingin tahu dari siswa. Namun untuk mengadakan kesenyapan harus selektif, jangan sampai menggangu proses belajar mengajar.  Memberikan kesempatan waktu berfikir kepada siswa, setelah anda mengajukan pertanyaan merupakan salah satu saat yang tepat.

d. Mengadakan Kontak Pandang

Pada waktu anda berbicara menyampaikan informasi, atau interaksi dengan siswa, pandangan hedaknya diarahkan kepada seluruh anggota kelas. Selama jam pelajaran, anak satu-persatu harus ada kesempatan kontak pandang dengan kita sebagai guru.

e. Gerakan badan dan mimik.

Variasi wajah anda pada waktu mengadakan interaksi dengan siswa akan mempunyai arti penting dalam suasana belajar. Raut muka yang cerah disertai senyum akan membawa suasana gairah dalam belajar. Mengerutkan dahi, menaikkan alis mata, sebagai tanda tertarik. Gerakan kepala, seperti mengganggukkan tanda setuju, dan menggelengkan kepala sebagai tanda tidak setuju.

f. Penggantisn Posisi Guru Dalam Kelas

Penggantian posisi di sini, maksudnya anda selakuk guru dapat bergerak ke depan dan ke belakang. ke sebelah kiri maupun ke kanan siswa. Sesekali duduk, berdiri, yang penting ada variasi. Jangan terpaku hanya pada satu tempat.

Masih ada lagi variasi-variasi yang digunakan saat proses pembelajaran. contohnya variasi penggunaan media, yang akan di bahas pada artikel berikutnya.

Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat mewarnai kegiatan proses pembelajaran anda di dalam kelas, demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah kita tetapkan. Salam Sukses!

Kontroversi Dana BOS dan BSM di Mata Guru

Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) menuai ketidaknyamanan guru dalam pelaksanaan kebijakan sekolah. Dalam pelaksanaannya sekolah selalu melanggar dan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Masalahnya, untuk kebijakan BOS dan BSM, kepala sekolah melakukan kebijakan sekehendak sendiri tanpa melinatkan guru.
Adanya BOS dan BSM seharusnya bisa melibatkan siswa dan guru, tentang penggunaan dana tersebut agar tepat sasaran yang semestinya. Seperti halnya dana BSM, kepala sekolah harus memusyawarahkan pengalihan penggunaannya dengan orang tua murid dan guru. Namun hal seperti ini jarang dilakukan, sehingga mengakibatkan 90 persen guru merasa ketimban permasalahan yang timbul dari ketidakpuasan para orang tua murid, karena tidak adanya keterbukaan kepala sekolah.
Biasanya guru hanya menanggung tumbal permasalahan yang terjadi di sekolah. Padahal  setiap kebijakan yang dibuat kepala sekolah, guru tidak diajak untuk musyawarah dalam menentukan mekanisme pelaksanaan BOS dan BSM.
Penyaluran dana BOS dan BSM di sekolah sebagian besar tidak mengenai sasaran. Guru hanya dijadikan tameng, apabila ada permasalahn yang terjadi di sekolah. Tidak sedikit orang tua murid sering mempertanyakan dan protes, dan gurulah yang terkena sasaran dan menghadapinya.
Hampir 90 persen guru di kota Bogor merasa terkebiri atas kebijakan yang diterapkan mengenai penggunaan dana bantuan pemerintah tersebut. Dengan kata lain tidak tepat sasaran.
Ini pekerjaan serius bagi Dinas Pendidikan, yang harus menyikapi dan mengevaluasi pengawasan tentang penggunaan dana BOS dan BSM di seluruh sekolah yang ada. Jangan hanya percaya begitu saja terhadap laporan kepala sekolah. Guru harus dilibatkan, serta diajak bermusyawarah bila bantuan tersebut diterima, bukan hanya pada saat permasalahan muncul, baru kemudian guru dilibatkan.
Pihak Disdik harus sungguh-sungguh meningkatkan pengawasan dan mengkaji ulang mengenai mekanisme penyaluran dana BOS dan BSM di setiap sekolah. Jangan dibiarkan begitu saja. Dan setiap pelaporan penggunaannyapun guru harus dilibatkan.

Guru Wajib Memiliki Kemampuan Jurnalistik

Guru yang profesional adalah guru yang terus-meneus meningkatkan kompetensinya. Sebab kompetensi yang diperoleh dari bekal PLPG belumlah cukup untuk diandalkan dalam menyandang gelar sebagai guru profesional. Seorang guru profesional harus terus menerus bejar dan belajar, dengan demikian guru tersebut dapat disebut sebagai guru yang berkompetensi baik. Dengan berbekal kompetensi diri yang lebih memadai, guru dapat memberikan pengalaman yang berarti bagi diri sendiri terutama para siswanya. 
Untuk Mendukung kompetensi, terutama kompetensi profesional, guru seyogyanya memiliki kemampuan jurnalistik. Dengan memiliki kempampuan jurnalistik tersebut maka membantu para guru dalam berkarya terutama membuat karya tulis.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasyi, CPA pada kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnalistik untuk guru SMP se-Jawa Barat di Cirebon, baru-baru ini. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk meningkatkan mutu guru khususnya kemampuan menulis.
Para pemateri yang menjadi nara sumber dalam kegiatan tersebut antara lain dari perguruan tinggi seperti Universitas Padjajaran, STKIP Siliwangi, dan juga praktisi jurnalistik.  Materi yang disampaiakn antara lain teknik penulisan berita, reka bentuk media, hingga rencana aksi kegiatan jurnalistik di sekolah masing-masing.
Target lain yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut adalah setiap sekolah mengikuti kegiatan tersebut dapat memiliki majalah dinding atau mading. Guru dan siswa diharapkan aktif dalam mading, dengan demikian dapat terus meningkatkan kemampuan jurnalistik mereka.
Setelah kembali ke sekolah masing-masing, guru dapat menularkan kemampuannya kepada rekan kerja maupun murid di sekolah. Selanjutnya membuat organisasi dan ekskul mading. Dengan menguasai jurnalistik, maka akan mudah bagi guru untuk membuat karya ilmiah lainnya dan dengan demikian akan mempercepat kenaikan pangkat.
Bagi rekan rekan guru yang baru bergabung dengan blog ini, anda dapat melihat yaitu tentang syarat kenaikan pangkat, di sini juga menjelaskan tentang bagaimana belajar membuat karya tulis (artikel).
Demikian beberapa penjelasan mengenai guru yang wajib memiliki kemampuan jurnalistik. Mudah-mudahan artikel ini dapat menambah semangat kita untuk meningkatkan kompetensi kita sebagai pengajar. Salam berbagi!

Nb: Rekan guru dapat menambah atau membagi pengalaman dengan meninggalkan komentar di blog ini.

Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Isu pendidikan adalah  hal penting untuk terus menerus dibicarakan demi tercapainya kualitas bangsa yang kuat, mandiri, dan sejahtera. Pendidikan  merupakan kunci dasar yang dibutuhkan dalam pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya.
Perhatian pemerintah terhadap pendidikan memang patut mendapat pujian, ini terlihat dengan dilaksanakannya Program BOS dan menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20%..
akan tetapi alokasi anggaran pemerintah dalam bentuk BOS, ternyata tidak menyentuh aspek teknis peserta didik perindividu, dan alokasi anggaran sebesar 20% dirasa masih kurang ideal mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini.
Seperti halnya di kota Bogor, meski anggaran pendidikan melampaui angka yang ditentukan pemerintah pusat,namun belum mampu meningkatkan kualitas secara signifikan. Padahal prosentase anggaran pendidikan sudah ditetapkan dalam APBD kota Bogor sejak tahun 2012 lalu sebesar 34,38% , hal ini melampaui ketetapan pemerintah pusat yang menetapkan anggaran pendidikan minimal 20% dari nilai APBD. Perdmasalahan pokok dari kondisi ini adalah porsi anggaran pendidikan lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai.
Namun yang menjadi isu terhangat saat ini adalah pendidik (guru). Mengapa begitu? karena guru sangat menentukan tinggi rendahnya kualitas pendidikan murid. Jumlah guru yang lebih sedikit dari murid sangat mempengaruhi proses pembelajaran dan kemampuan mengajar. Penguasaan materi dan metodologi pengajaran juga termasuk isu pendidikan saat ini.
Guru mengajar pada bidang yang bukan dikuasai juga menjadi isu pendidikan yang patut diperhatikan lebih besar lagi. Karena kompetensi yang dimiliki guru untuk mengajar selain keahliannya akan menurunkan kualitas pembelajaran. Isu  seperti ini harus dicari jalan keluarnya. Program penyetaraan jenjang pendidikan menjad salah satu cara untuk memperbaiki kualitas guru.  Tetapi upaya ini akan semakin berhasil jika kesejahteraan guru juga diperhatikan dan ditingkatkan. Pemberian insentif atas hasil kerja kerasnya mengajar akan membuat guru semakin bersemangat dan meningkatkan prestasinya.
Menurut sejumlah pakar pendidikan, ada beberapa hal yang yang harus menjadi perhatian kita semua:
  1. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya pada masalah pendidikan bangsa ini, karena tanpa bantuan pemerintah siapapun yang berusaha untuk mengubah keadaan tidak akan mendapat hasil yang baik.
  2. Perbanyak program besiswa berkualitas untuk mendapatkan guru yang berkualitas tinggi.
  3. Pendapatan guru wajib ditingkatkan terutama mereka yang telah rela mengajar murid di berbagai tempat terpencil.
  4. Penghargaan dan perhatian sekecil apapun pada guru akan menyentuh hati mereka untuk lebih menyayangi anak didiknya. Sehingga secara otomatis guru akan memberikan perhatian lebih kepada para murid.
Demikian beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah terhadap guru.  Namun untuk melengkapi empat hal di atas, diharapkan perhatian dari para orang tua murid terhadap keberadaan para guru, untuk memikirkan serta bertindak  mengatasi permasalahan kesejahteraan guru. Sebab karena  gurulah maka anak kita bisa menjadi manusia yang lebih berguna di masa depan.

Guru Bijaksana

Judul di atas memberikan pengertian yang sangat luas, seolah-olah hendak menjelaskan beberapa tokoh sebagai guru yang bijaksana, misalnya: Yesus, Sidarta Gautama, Muhammad dan lain sebagainya.  Namun penjelasan ini saya persempit, bahwa guru yang bijaksana adalah guru yang mengerti akan kondisi sekarang dan masa yang akan datang. Dalam hal ini yang bersangkut paut dengan jaman dan keadaan murid sekarang, yang jika diprediksi akan menghasilkan keadaan yang akan datang. 
Ada istilah yang mengatakan bahwa keadaan sekarang ditentukan oleh keadaan masa lalu, dan keadaan sekarang menentukan keadaan masa mendatang.  Ini merupakan hakekat yang tidak bisa dipungkiri, karena merupakan prinsip alami.  
Dalam menghadapi siswa/murid, seorang guru harus dapat melihat kondisi jaman, degan demikian guru dapat melihat pola pikir siswa saat ia sedang menyampaiakan pelajaran. Pada kondidisi jaman seperti apa siswa itu berada? pada jaman yang mengutamakan teknologikah? atau pada jaman masa perkelahian merupakan trend pada saat itu? atau pada jaman keemasan remaja/pemuda dalam kompetisi pendidikan? Atau pada saat siswa semua terfokus pada kegiatan olah raga? Atau pada saat hampir 90 persen siswa melakukan seks bebas?  Mungkin juga saat siswa sudah tidak perduli terhadap norma sosial dan keagamaan? Dengan demikian guru dapat menempatkan diri pada posisi sebagaimana mestinya.  Artinya guru dapat berperan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh siswanya, dengan suatu prinsip dan keyakinan bahwa apa yang disampaiakannya pada saat ini berguna untuk kebaikan masa yang akan datang.
Banyak guru yang memperhatikan prinsip ini, tetapi banyak pula yang mengajar hanya berdasarkan kewajiban tanpa memiliki kesadaran akan pentingnya kondidi masa yang akan datang. Padahal semua kegiatan yang dilakukan berorientasi pada masa yang akan datang. 
Akan seperti apakan keberadaan siswa-siswinya pada masa yang akan datang jika dilihat dari kondidi saat ini? ini merupakan pertanyaan yang paling urgen bagi setiap guru.  Dengan demikian seorang guru dapat semakin bijaksana dalam menentukan sikap dan perannya dalam menjalankan tugas.

Apa Tugas Guru Agama?

Maksud saya adalah Guru Agama Kristen. Guru Agama kristen  tidak hanya mengajarkan tentang sejarah Alkitab  secara kognitif, tetapi lebih dari itu agar melalui pengetahuannnya itu siswa dapat menyadari keberadaan diri dan lingkungannya, serta dapat mengambil tindakan dari kesadarannya itu. 
Mengapa saya menyampaikan hal ini, karena melihat keberadaan saat ini, dimana-mana terjadi perkelahian siswa baik dari tingkat SD sampai perguruan tinggi. Seks bebas antar siswa, siswa perempuan yang menjual diri kepada om-om, Siswa terlibat narkoba, dan sebagainya. Padahal semua siswa mendapatkan pelajaran agama di sekolahnya.  Hal ini sudah tentu bertolak belakang dengan keberadaan mereka sebagai siswa yang setiap hari memperoleh materi tentang kebaikan-kebaikan dari setiap mata pelajaran yang mereka terima. Yang menjadi pertanyaan  adalah, sampai sejauhmanakah pentingnya peran Guru Agama Kristen di sekolah? ini merupakan suatu pokok persoalan penting untuk kita kaji.

Cara Paling Mudah Melengkapi Administrasi Guru

Untuk melengkapi administrasi guru memang terasa berat. Bagaimana tidak? setiap semester guru harus melengkapi administrasi, seperti Silabus, RPP dan sebagainya. Jika tidak mengerjakan, maka guru harus berhadapan dengan kepala sekolah dan pengawas.
Ada sebagian guru mengeluh dan sebagian lagi merasa cukup ringan untuk mengatasi ini.  Bagi mereka yang mengeluh adalah rata-rata guru yang tidak begitu menguasai teknologi komputer.  dimana setiap semester mereka harus menulis administrasi tersebut demgan tulisan tangan, sudah tentu ini cukup menyulitkan. dan bukan itu saja, bahkan ini akan banyak menyita waktu.  Proses pembelajaran di kelaspun dapat terganggu, karena menurut pengamatan saya, ada diantara guru yang mengerjakan tugas administrasi pada jam pelajaran berlangsung.  Sudah tentu ini sudah tidak sesuai dengan fungsi dan tugas kita sebagai guru yang sebenarnya.
Untuk mengatasi terjadinya hal-hal demikian, maka melalui artikel ini saya akan memberikan tips, bagaimana mempermudah kita mengerjakan administrasi itu.
  1. Hal yang wajib terlebih dahulu adalah kemampuan mengoperasikan komputer, paling tidak mengetik di Word atau Exel.
  2. Simpan administrasi yang ada ketik, baik yang di word maupun exel tadi, untuk dipergunakan pada tahun berikutnya.  Karena pada dasarnya kurikulum jarang berubah, oleh sebab itu gambaran pembelajaran pada saat ini tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan pada tahun mendatang.
  3. Karena kurikulum belum berubah, anda cukup memodifikasi/edit file yang anda simpan tadi sesuai kebutuhan. mungkin anda menambahkan atau mengurangi sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.  Atau mengedit tanggal dan tahun yang biasanya ada pada setiap administrasi guru.
Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam meng-edit file administrasi tadi, antara lain:
  1. Editlah administrasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dengan melihat relevansinya. karena bisa jadi pola yang kita terapkan pada tahun yang lalu perlu dikembangkan. karena setiap tahunnya perkembangan jaman dan pola pikir berubah.
  2. Pada setiap tahunnya yang paling banyak  diedit adalah tanggal  dan waktu yang tercantum baik di atas maupun di bawah tulisan. Oleh sebab itu, untuk mempermudah pengeditan, lakukanlah  pencarian kata maupun angka yang hendak diedit dengan mempergunakan Control F, kemudian masukkan kata atau angka itu ke dalam kolom pencarian, kemudian tekan Enter. Dengan demikian anda kan semakin dipermudah untuk menemukan dan merubah kata atau angka yang hendak diganti.
Demikian hal yang dapat saya bagikan untuk rekan guru, semoga melalui artikel yang singkat ini kita semakin dipermudah dalam melengkapi administrasi. Salam Berbagi!

Syarat Kenaikan Pangkat Untuk Guru Saat Ini

Saya masih ingat ketika baru pertama kali diangkat menjadi PNS (pegawai Negeri Sipil), saat itu saya masih di glongan II/a (tahun 2000). Kenaikan pangkat dilakukan secara otomatis 2 kali dalam setahun berdasarkan perhitungan angka kredit.  Setelah tahun 2005 dan seterusnya 2012, perubahanpun terjadi, kenaikan pangkat guru dilakukan 3 tahun sekali, dengan syarat mengumpulkan berbagai administrasi guru sebagai bukti fisik, antara lain; silabus dan  RPP (3 tahun).  Pada saat ini terjadi perubahan lagi, bahwa persyaratan kenaikan pangkat dari golongan III/b dan seterusnya, harus membuat karya ilmiah. Tentu semuanya itu bertujuan baik untuk pengembangan diri guru dalam meningkatkan kompetensinya.
Adapun peraturan kenaikan pangkat guru telah ditetapkan berdasarkan :
  1. Peraturan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No.16 Tahun 2009 Tanggal 10 November 2009 Tentang Jabatan Funsional Guru dan Angka Kreditnya.
  2. Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 Tanggal 6 Mei 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Funsional  Guru dan Angka Kreditnya.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional guru dan Angka Kreditnya.
Dari satu sisi hal ini dianggap menyulitkan bagi sebagian guru yang tidak terbiasa dalam membuat karya tulis.  Maklum selama ini kegiatan difokuskan dalam kegiatan mengajar saja. Namun disisi lain peraturan ini sangat baik untuk menunjang kemauan guru dalam pengembangan diri dan kreatifitas sebagai guru yang profesional. Karya tulis membuktikan bahwa guru tersebut adalah profesional dibidangnya.

Melalui artikel ini saya hendak berbagi tentang bagaimana cara mengembangkan kemampuan menulis karya ilimiah.  Bagi anda yang tidak biasa menuliskan karya ilmiah ada beberapa tips yang perlu anda lakukan sebagai pertimbangan:

  1. Mulailah membaca. Anda dapat membaca apa saja, baik dari koran, majalah, artikel dari internet atau mungkin juga dari kejadian sehari-hari yang anda alami.  Kemudian tuliskan kembali pengalaman anda itu, dan  berusaha membuat kalimat yang baik sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa yang benar.
  2. Berusahalah membuat sistematika penulisan dengan membuat sub-sub judul yang anda anggap perlu untuk menjelaskan paragraf tulisan (artikel) anda.
  3. Jangan lupa selalu merevew tulisan anda tadi, sampai anda benar-benar yakin bahwa tulisan anda itu cukup layak sebagai tulisan yang baik.
  4. Anda boleh menanyakan kelayakan tulisan anda tadi kepada orang-orang yang anda anggap berkompeten dalam menilai tulisan.
  5. Selalu mencari tahu tentang bagaimana tata cara membuat artikel, baik dari buku, maupun artikel-artikel yang terdapat di internet.
Demikian beberapa tips yang dapat saya bagikan, semoga artikel yang sederhana ini dapat memberi manfaat bagi para rekan guru. Salam Berbagi!

Apa itu Guru Profesional?

Istilah guru profesional yang diperoleh para pengajar dari hasil portofilio dan PLPG (diklat) dan memperoleh sertifikat pendidik profesional, memberi pengertian bahwa, guru tersebut dianggap telah layak disebut sebagai guru yang cakap, terampil, mahir dan ahli serta memenuhi standar mutu dan norma keprofesionalan sebagai guru. Namun yang menjadi permasalahan adalah, apakah pernyataan di atas  benar-benar bisa dipertanggungjawabkan oleh semua guru yang telah memangku jabatan sebagai guru profesional?

Temuan saya dilapangan, bahwa gelar yang telah diperoleh sebagai guru profesional hanyalah merupakan suatu proses yang masih panjang.  Sertifikat Guru Profesional yang diperoleh oleh guru dari hasil porotfolio dan PLPG (dilkalt) tidak berbanding lurus dengan output yang dihasilkan. Bukti portofolio dan hasil PLPG yang cukup singkat sebenarnya belum memadai untuk menjadikan guru sebagai guru profesinal.

Ada beberapa fakta permasalahan yang membuat gelar guru profesional ini belum benar-benar realistis, antara lain:
  1. Belum terlihat adanya program pemerintah yang secara sistematis, berkesinambungan, dan terperinci tentang pembinaan guru profesional.  Misalnya program pembinaan seharusnya dilakukan setiap tahun dengan jadwal yang jelas.  Pengalaman saya dilapangan, bahwa pembinaan guru profesional hanya bersifat situasional dalam waktu-waktu tertentu yang belum jelas kapan dilaksanakan.
  2. Kurangnya kesadaran pengembangan diri para guru yang sudah memangku gelar profesional.  Seyogyanya para guru tidak hanya berharap dari program pemerintah saja, tetapi pengembangan diri dapat dilakukan melalui usaha-usaha meningkatkan kemampuan dari berbagai segi yang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai guru.  Misalnya peningkatan kemampuan diri dalam menggunakan media teknologi (multi media) sebagai alat dalam pembelajaran di kelas, atara lain; mahir menggunakan laptop dan proyektor. 
  3. Kurangnya kesadaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa.  Paling sedikit seorang guru profesional haruslah mengerti bahasa inggris. Karena kemampuan bahasa merupakan alat yang sangat diperlukan untuk memperoleh sumber pengetahuan.
  4. Usaha untuk memperoleh gelar guru profesional hanyalah sebagai sarana untuk memperoleh uang tunjangan sertifikasi. Setelah itu metode pembelajaran yang dipergunakan masih sama seperti sebelum guru tersebut memperoleh sertifikat profesional.
Mungkin apa yang saya utarakan di atas dianggap agak  berlebihan, tapi marilah kita mencoba teliti lebih mendalam tentang fakta-fakta tersebut.  Saya tidak mengatakan bahwa semua guru profesional seperti itu, karena masih banyak guru profesional yang benar-benar profesional dan selalu melakukan pengembangan diri.
Pernyataan saya di atas tidaklah bermaksud menyakiti siapapun,baik pemerintah maupun guru profesional, tapi baiklah ini menjadi pertimbangan positip bagi kita semua, demi terlaksananya pengembangan diri sebagai guru profesional.

Administrasi Guru yang Harus Dilengkapi

Guru bukanlah sekretaris, pekerjaan guru adalah mengajar dan mendidik siswa agar mengalami perubahan tingkah laku, dari yang tidak disadari menjadi disadari, dari yang tidak diketahui menjadi diketahui, dari yang beum dilakukan sehingga dapat dilakukan.
Namun pada kenyataannya yang paling menyibukkan guru adalah pekerjaan administrasi yang harus dilengkapi.  apalagi jika diketahui pengawas akan datang memeriksa, maka semua guru akan sibuk mengerjakan atau melengkapi administrasi, agar dinilai baik oleh pengawas sekolah.  Yang menjadi sering salah adalah jika penilaian dilakukan hanya melihat kelengkapan administrasi guru, karena orientasi yang sebenarnya adalah keberhasilan proses pembelajaran dengan sejumlah pencapaian target program yang sudah ditentukan. misalnya keberhasilan setelah terjadinya evaluasi pembelajaran dan pencapaian target KKM, serta evaluasi sampai sejauhmana aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dapat terpenuhi. 
Tidak dapat dipungkiri bahwa administrasi guru merupakan hal yang mutlak dikerjakan oleh guru meskipun ini sangat melelahkan, karena bverdasarkan administrasi inilah guru melakukan tindakan pembelajaran, dengan sejumlah program-program dan pencapaian. Dengan kata lain bahwa adminitrasi adalah alat yang sangat penting yang harus ada jika guru hendak mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Adapun sejumlah administrasi guru yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:

1. Silabus
2. Program Tahunan
3. Program semester
4. RPP
5. Persiapan Mengajar
6. Pencapaian KKM
7. Buku Bimbingan
8. Daftar Hadir/Daftar Nilai
9. Kalender Pendidikan.

Bagi rekan guru yang hendak memiliki, atau sebagai bahan perbandingan administrasi, anda dapat mendownload sejumlah administrasi diatas pada blog ini.  Apa yang saya sajikan di blog ini, bukanlah sebagai administrasi yang mutlak benar, tapi hanya sebagai perbandingan saja.  Siapa tahu melalui perbandingan ini dapat memperkaya dan semakin memperlengkapi kita.  Salam Berbagi!




Persyaratan dan Kinerja Guru PAK profesional

Adapun persyaratan dan kinerja guru PAK profesional sebagai berikut:

A. Memiliki Kualifikasi pendidikan yang Memadai

Kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan merupakan standar minimal yang perlu dipenuh sebagai guru PAK profesional. Menurut ketentuan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional BAB XI pasal 42 disebutkan bahwa pendidikan harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar yang dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. (DII/DIII untuk TK, S1 untuk SD-SMA/SMK. dan S2 untuk program S1, serta S3 untuk program Pascasarjana).

Dengan memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai, maka diharapkan memiliki wewenang untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru PAK,  Kualifikasi pendidikan ini merupakan bukti otentik yang sifatnya formal, bahwa seseorang telah memiliki ilmu pengetahuan untuk suatu jabatan atau pekerjaan.  Dengan demikian diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

B. Memiliki Kompetensi

Dalam pasal 39 Undang-undang Nomor 20 tentang sistem Pendidikan menyebutkan bahwa:"pendidik nerupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat..."

Defenisi tersebut menegaskan bahwa guru PAK harus memiliki kompetensi  untuk: memeahami wawasan pendidikan, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil pembelajaran dan melakukan pengembangan profesi..

C. Sehat Jasmani dan Rohani

Kesehatan jasmani dan rohani merupakan salah satu syarat yang penting bagi setiap jenis pekerjaan termasuk guru PAK. Dengan kondisi kesehatan yang baik dimungkinkan dapat melakukan tugasnya dengan baik. kondidi jasmani dan rohani yang sehat mutlak diperlukan agar pendidikan dapat terlaksana dengan baik.

D. Memiliki Pengalaman Rohani

Pengalaman rohani tersebut dirumuskan dalam tiga apek:
1. Guru PAK harus percaya bahwa Akitab adalah Firman Allah yang otoritatif dan infabilitas.
2. Guru PAK harus hidup baru.
3. Guru PAK harus menerima Yesus sebagai satu-satunya jalan kebenaran hidup.

Pembentukan Nilai dan Karakter Anak

Pepatah orang Cina mengatakan, "usia tiga tahun menentukan usia delapanpuluh tahun."  Pepatah lain juga mengatakan, "usia tiga tahun melihat kedewasaan, di usia tujuh tahun melihat usia tua."  Artinya ialah segala sesuatu yang diterima pada masa kanak-kanak akan menentukan gaya hidupnya kelak.  Kehidupan masa kanak-kanak dapat menjadi model kehidupan masa depannya.  Masa awal kehidupan adalah masa yang amat penting; oleh sebab itu harus ditetapkan suatu dasar yang kuat dan baik.  kehidupan masa usia lima tahun dalam masa pra sekolah adalah sebagai berikut:

1. Masa Penentuan Dasar.

Pembentukan dasar bagi seorang anak telah dimulai sejak dini. pembentukan tersebut terpupuk lewat lingkungan yang paling mempengaruhi hidupnya setiap hari yaitu lingkungan keluarga.  Lewat keluargalah seorang anak memperoleh pembentukan dalam segala hal, sepereti; pembentukan nilai dan etika, sikap terhadap orang tua dan keluarga dekat, serta pandangan lingkungan sekitarnya.  Oleh karena itulah peranan orang tua dan orang-orang terdekat di dalam keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan dasar anak.

2. Masa Perkembangan Karakter.

Dasar karakter dan sifat seseorang terbentuk pada usia lima tahun pertama.  Karakter sesorang banyak terbentuk lewat pendidikan orang tua.  Oleh sebab itu orang tua haruslah menanamkan nilai-nilai yang baik sejak awal.  Dengan demikian karakter anak dapat berkembang ke arah yang positip.

3. Masa Belajar.

Masa kanak-kanak adalah masa belajar yang berharga.  Dalam tahun-tahun itu mereka banyak belajar tentang lingkungan di sekitarnya.  Orang tua hendaknya dari awal terus membangkitkan minat belajar posisip bagi anak-anaknya.  Anak harus terus dirtuntun agar minat belajarnya berkembang dengan baik.  Minat itu akan terus berkembang dengan baik apabila mendapat tuntunan dari orang tua.

Demikian beberapa penjelasan mengenai pembentukan nilai dan karakter anak sejak usia dini, mudah-mudahan artikel yang singkat ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru dalam memahami beberapa fase perkembangan dan pembentukan nilai dan karakter anak. Salam Berbagi!

Permasalahan PAK Dalam Konteks Sekolah

Dalam UU Pendidikan Nasional yang ditetapkan pemerintah, pendidikan agama mendapat tempat penting dalam setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.  Diberi waktu 3 jam pelajaran per minggu untuk penyelenggaraan pendidikan agama.  Kesempatan ini merupakan peluang berharga yang harus dimanfaatkan sebagai pembinaan mental spiritual peserta didik.  Saat ini sudah tersusun kurikulum Pendidikan Agama Kristen dimulai dari tingkat Dasar sampai perguruan tinggi, meskipun masih mendapat pro dan kontra tentang mutu dan kualitas kurikulum yang ada.  Namun mutu dan kualitas PAKdi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor seperti : mutu dan kualitas guru, mutu kurikulum, kemampuan peserta didik, sarana dan prasarana, serta perundang-undangan yang diberikan oleh sekolah dimana PAK tersebut diselenggarakan. Berikut akan diuraikan pergumulan penyelenggaraab PAK di Sekolah.

Kurikulum Pendidikan Agama Kristen

Kurikulum Pendidikan Agama Kristen sudah beberapa kali mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah.  Mulai dari kurikulum 1974,2004, Kurikulum 2006, dan saat ini muncul kurikulum 2013. Keberhasilan PAK tidak hanya terletak pada tersusunnya materi kurikulum yang baik, tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor lain .  Jika kurikulum baik, tetapi mutu guru tidak baik, hasilnya pun tidak akan maksimal.  Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan haruslah memberikan dukungan penuh bagi terselenggaranya PAK di sekolah.  Keberhasilan kurikulum banyak tergantung pada guru sebagai pengelola mata pelajaran.  Guru harus aktif dan kreatif dalam mengelola PAK sekolah.

Mutu dan Kualitas Guru PAK  

Terutama di sekolah-sekolah pemerintah dan swasta umum.   Pendidikan Agama Kristen masih amat memprihatinkan.  Kurangnya guru agama kristen menjadi hambatan utama, karena formasi pengangkatan guru agama Kristen jauh dari kebutuhan yang ada.  Banyak peserta didik yang beragama Kristen tidak mendapatkan pendidikan agama di sekolah karena tidak tersedianya guru pengajar.  Untuk mengisi kekosongan tersebut maka ditugaskanlah guru agama honorer atau guru agama tidak tetap menjadi pengajar agama.  Sebagian besar guru agama honorer agama yang mengajar bukanlah berlatar belakang pendidikan agama, melainkan anggota awam yang terbebani melayani siswa-siswa Kristen. Kendala lain adalah, bahwa sering kali mereka menjadi tenaga sukarelawan semata-mata, mereka tidak pernah mendapat honor dari sekolah dimana mereka mengajar.

Sarana dan Prasarana Penyelenggara PAK Di Sekolah

Keprihatinan lain adalah terbatasnya sarana dan prasarana penyelenggaraan PAK di sekolah.  Sering ditemui bahwa sekolah tidak menyediakan sara yang memadai untuk penyelenggaraan PAK.  Kadang guru harus mengajar PAK di ruang perpustakaan sekolah, atau di salah satu ruangan kecil saja.  bahkan ada yang mengajar di lorong yang terdapat di sekolah.  Bahkan sering kali guru harus membawa murid-muridnya ke luar sekolah, seperti gerejaatau salah satu rumah peserta didik untuk penyelenggaraan PAK.

Demikianlah beberapa fakta dan keprihatinan penyelenggaraan PAK di sekolah.  Mudah-mudahan melalui penjelasan di atas, menjadi bahan diskusi untuk kita semua, tentang bagaimana mencari solusi yang terbaik untuk mengatasi semua keprihatinan tersebut.  Sebagai bahan pertimbangan bahwa keterlibatan semua pihak termasuk pemerintah, Kepala sekolah, dan terutama gereja memiliki faktor  pokok dalam mengatasi masalah-masalah itu.


RPP Baru Bagi Guru

Seiring Perkembangan zaman, RPP terus menerus diperbaharui, demi terciptanya kinerja guru yang baik, serta suksesnya proses pembelajaran di kelas. Karena tujuan yang paling penting dari proses pembelajaran adalah sampai sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran itu. artinya proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dan materi yang di berikan oleh guru dapat diserap oleh siswa sesuai dengan rencana yang sudah di tetapkan oleh guru yang bersangkutan.
Baru-baru ini muncul kurikulum 2013, tentu memiliki perbedaan dengan kurikulum sebelumnya. adapun berbedaan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. kurikulum 2013 lebih cenderung pada pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan.
  2. Mata pelajaran dirturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. ini berarti bersifat holistik antar mata pelajaran.
  3. kalau KTSP sebelumnya bersifat individual teaching, sedangkan saat ini bersifat Team teaching.
  4. Kurikulum sebelumnya menekankan sifat kuantitatif, sedangkan pada saat ini penekannan masuk kepada kuantitatif dan kualitatif.
Sampai pada saat ini Kurikulum 2013masih pada tahap uji coba, penerapannya hanya pada sekolah-sekolah tertentu saja, belum pada keseluruhan sekolah.  Pada sekolah uji coba, sudah tentu kurikulum 2013 sudah diterapkan. Dengan demikian bentuk RPP barupun sudah mulai diterapkan. Namun pada sekolah-sekolah lain RPP baru (2013) belum diterapkan, masih memakai kurikulum sebelumnya. oleh sebab itu RPP masih menggunakan bentuk yang lama.

Pada bagian-bagian di blog ini, saya sudah membagi keseluruhan RPP. Untuk melengkapi RPP yang lama, pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh RPP yang baru yang telah diperbaharui (namun belum RPP 2013).  Bagi rekan-rekan guru yang ingin memiliki revisi RPP yang baru, anda dapat MENDONLOAD-NYA DI SINI.

Demikian sekilas tentang RPP yang baru untuk guru. Mudah-mudahan RPP yang direvisi ini dapat menjawab kerinduan bapak/ibu guru untuk memiliki RPP yang lebih baik.

Privacy Policy

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us. At http://rppaagamakristensd.blogspot.com/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://rppaagamakristensd.blogspot.com/ and how it is used. Log Files Like many other Web sites, http://rppaagamakristensd.blogspot.com/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track users movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable. Cookies and Web Beacons blog.junian.nhttp://rppaagamakristensd.blogspot.com/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser. DoubleClick DART Cookie .:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://rppaagamakristensd.blogspot.com/. .:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to your users based on their visit to http://rppaagamakristensd.blogspot.com/ and other sites on the Internet. .:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....... Google Adsense These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://rppaagamakristensd.blogspot.com/send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see. http://rppaagamakristensd.blogspot.com/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers. You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://rppaagamakristensd.blogspot.com/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

1. Membuka Pelajaran.
Komponen-komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi minat siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan, dan membuat kaitan.

Setiap komponen terdiri dari beberapa kelompok aspek dan kegiatan yang saling berhubungan.

  1. Menarik perhatian siswa. Banyak cara yang dapat anda lakukan untuk menarik perhatian siswa, antara lain: a. Gaya mengajar guru, b.Penggunaan alat-alat bantu pelajaran, c. Pola interaksi yang bervariasi.
  2. Menimbulkan motivasi. Ada empat cara yang dapat anda lakukan untuk menimbulkan motivasi, yaitu: a, Kehangatan dan keantusiasan, b.Menimbulkan rasa ingin tahu, c. Mengemukakan ide yang bertentangan, d. Memperhatikan minat siswa.

Tiga Langkah Kegiatan Pembelajaran

Dalam Proses Pembelajaran, ada tiga langkah kegiatan proses yang semestinya dilakukan, sebagaimana yang kita tuangkan di dalam RPP. Adapun ke-3 langkah tersebut adalah:
  1. Pembukaan
  2. Inti Pembelajaran
  3. Penutupan.

I. Pembukaan.

Maksudnya adalah : "kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari". (Soli Abimayu, T Raka Joni, Panduan keterampilan Mikro 5, Tim Pengembangan PPL P3G, 1982).
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk siap mental itu antara lain: